‘Berselancar’ di ombak Morning Glory, fenomena awan langka berbentuk tabung di Australia

Uncategorized

19 Mei 2022

Tempat orang 'berselancar' di awan berbentuk tabung

Sumber gambar, Al Sim – GOSOARING

Keterangan gambar,

Tempat orang ‘berselancar’ di awan berbentuk tabung

Sekitar bulan September atau Oktober setiap tahun, Burketown di pedalaman Australia menjadi tempat fenomena alam yang luar biasa dan langka: Morning Glory, awan berbentuk tabung yang dibentuk oleh tabrakan dua sistem angin dan mencapai panjang ratusan kilometer.

Di ujung jalan panjang utara Australia, terletak di bentangan garis pantai selatan Teluk Carpentaria yang terpencil, berdiri Burketown, kota pedalaman dengan populasi hanya 238 orang.

Kota ini terperangkap di antara padang rumput sabana (selatan) dan laut (utara), di bawah langit pedalaman yang luas.

Jika Anda berada di Burketown, pilihannya dua: Anda mengambil belokan yang salah (tersesat), atau Anda benar-benar ingin berada di sini.Burketown adalah tanah dengan iklim ekstrem. Kekeringan melanda pedalaman di Musim Kering (sebagaimana penduduk setempat menyebut musim kemarau), yang berlangsung dari Mei hingga September atau Oktober.

Kemudian, pada bulan Oktober, mungkin November, hujan datang dan hujan yang ringan.

Hujan turun dengan deras. Bahkan, sebelum adanya jalan aspal, Burketown bisa terputus dengan akses luar selama berminggu-minggu.

Bahkan sekarang, hujan besar dapat menyebabkan banjir yang menenggelamkan wilayah seukuran negara kecil Eropa.Di ujung musim kering, tepat sebelum transisi ke musim basah, Burketown menjadi tempat salah satu fenomena alam paling luar biasa di Australia: Morning Glory.

Morning Gloryadalah fenomena alam yang luar biasa, di mana formasi awan besar dan langka yang berbentuk tabung menarik banyak turis hingga pemburu badai yang penasaran untuk berkunjung menyaksikan keajaiban. Berada di atas laut tropis Teluk di mana dua sistem angin bertabrakan, Morning Glory terbentuk di malam hari ketika udara darat mendingin dan menyelinap di bawah lapisan udara hangat.

Hasilnya adalah formasi turbulen gulungan silindris atau awan gelombang sepanjang ratusan kilometer.

Meskipun fenomena cuaca yang dramatis dan fotogenik ini kadang-kadang terjadi di tempat lain di dunia, termasuk di Teluk Meksiko, Burketown adalah satu-satunya tempat di Bumi di mana keindahan ini terjadi secara teratur, berkat perpaduan unik antara geografi dan sistem iklim lokal.Ketika Morning Glory muncul, itu adalah pemandangan yang sangat menakjubkan dan menyingkap kekuatan sistem cuaca yang luar biasa.

“The Morning Glory menggerakkan begitu banyak udara yang bahkan dapat ditangkap di seismograf,” kata Ernie Camp, penduduk dan wali kota Burketown selama dekade terakhir.

Sumber gambar, Al Sim – GOSOARING

Keterangan gambar,

Setiap tahun, mulai sekitar pertengahan September, pesawat layang tiba dari seluruh Australia berharap untuk “berselancar” di Morning Glory

Morning Glory menunjukkan kekuatan yang sangat berbeda bagi masyarakat adat setempat, Aborigin Gangalidda.

Bagi mereka, Ular Pelangi, the Rainbow Serpent, adalah yang menciptakan setiap Morning Glory – atau kangólgi, begitu mereka menyebutnya.

Menurut tradisi, nenek moyang Gangalidda berkendara di atas awan untuk menjaga rakyat dan tanah mereka. Untuk Gangalidda modern, ini adalah pertanda baik dari tatanan tertinggi.Selain pengamatan grafik meteorologi dengan cermat, petunjuk pertama bahwa Morning Glory akan datang bisa dilihat di pub kota: ketika kondensasi terbentuk di gelas bir pada malam hari, ada kemungkinan besar Morning Glory akan tiba keesokan paginya.

Amanda Wilkinson, pemilik Burketown’s Savannah Lodge dan penduduk kota ini selama 30 tahun, menggunakan sistem peringatan dini yang berbeda.

“Di malam hari, Anda melihat angin laut yang bagus. Kemudian, pagi hari, rerumputan, pagar, dan mobil Anda sangat berembun. Lihatlah ke barat laut apakah ada sesuatu di cakrawala.”

Dulu, fenomena ini lebih mudah untuk diprediksi, kata Camp. “Sebelum ada listrik dan pendingin ruangan, semua orang tahu awan itu akan datang. Jika Anda kepanasan sepanjang malam, Anda akan membuka jendela, dan merasakan udara sejuk. Biasanya antara pukul 04:00 dan 07:00, dan sungguh luar biasa memiliki penurunan suhu itu. Kami cenderung tidak menyadarinya sekarang karena kami merasa nyaman di dalam rumah kami dengan AC yang menyala.”Saat Morning Glory menggulung ke dalam, Anda seperti menyaksikan sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya. “Sensasi yang cukup menakutkan saat angin bertiup kencang dan suhu turun,” kata Wilkinson.

“Dan kemudian itu luar biasa. Anda melihat sesuatu yang besar, dengan awan silindris yang halus,

dan yang lain dengan potongan halus di bagian atas. Ketika Anda mendapatkan yang besar dan bagus, itu benar-benar luar biasa.”

Ketika melewati kota, tambahnya, Anda merasa seperti hampir bisa meraih dan menyentuh awan itu.Bahkan bagi mereka yang sudah sering melihat, keindahannya seperti tidak pernah membosankan. “Itu di atas sana dengan Cahaya Utara,” kata Michelle Zimmerman, pengunjung rutin ke kota ini.

“Anda tidak pernah tahu kapan itu akan muncul, dan bentuknya berbeda setiap saat. Satu-satunya hal yang pasti adalah fenomena itu akan membuat Anda terperangah.”

Sumber gambar, Al Sim – GOSOARING

Keterangan gambar,

Dibentuk oleh tabrakan dua sistem angin, pembentukan awan ini bisa mencapai panjang ratusan kilometer.

“Anda tidak pernah menjadi bosan,” tambah Camp. “Ini seperti melihat gelombang besar masuk.”Analogi berselancar sangat tepat. Pemandangan Morning Glory dari darat sama spektakulernya dengan melihat dari udara – yang menyebabkan ketenarannya menyebar jauh dan luas.

Setelah sepasang glider, pesawat layang, kebetulan melihat fenomena ini di akhir 1980-an, Morning Glory telah menjadi “cawan suci” bagi para pilot glider di Australia.

Setiap tahun, sekitar pertengahan September, pesawat layang tiba dari seluruh negeri berharap untuk “berselancar” di Morning Glory.

Formasi panjang awan seperti gelombang dan pergerakan udara yang relatif dapat diprediksi membuat kondisi ideal bagi pesawat layang untuk mendekat.Namun, seperti halnya semua fenomena cuaca yang tidak dapat diprediksi, tidak ada yang benar-benar tahu kapan Morning Glory akan muncul.

Sebelum pandemi, Burketown menyelenggarakan Morning Glory Festival pada bulan September.

“Kami mengadakan festival selama seminggu, namun tidak ada satu pun Morning Glory yang muncul,” kata Camp. “Festival selesai pada hari Minggu, dan pada Senin pagi Morning Glory datang.”Ketika kondisi menunjukkan bahwa Morning Glory telah terbentuk di laut, pesawat layang itu terbang ke udara.

Sebagian besar menggunakan motor glider touring dengan mesin 100 tenaga kuda, yang kemudian dimatikan saat berada di dekan awan.

Garrett Russell, dari Caboolture Gliding Club, berjarak lebih 2.000 km dari Burketown, telah dua kali “berselancar” di Morning Glory.

Ia meluncur gelombang udara hangat di depan awan, seperti yang dilakukan peselancar saat menaklukkan ombak laut

Dia bahkan membuat film tentang itu yang disebut Tsunami di Langit. Pada pagi terakhirnya di kota, dia beruntung.”Kami berada di atas sabana dan melihat bagian depan awan yang datang ke arah kami. Kami mungkin berada 3.000 kaki di atas Bumi, tetapi rasanya tidak ada apa-apa.”

“Kami mematikan mesin dan lalu terbang dalam diam menuju awan ini, dan saya merasa seperti udang yang tersedot ke bibir ikan paus.”

“Kami turun dan turun, lalu tiba-tiba kami naik. Kami naik, berbelok ke kiri dan berselancar di sepanjang muka ombak itu. Itu adalah pengalaman luar biasa yang pernah saya lakukan di pesawat layang. Kami melewati tujuh gelombang.”

Sumber gambar, Al Sim – GOSOARING

Keterangan gambar,

Burketown adalah satu-satunya tempat di planet ini di mana Morning Glory terjadi secara teratur

Glider berpengalaman menjelajahi Morning Glory selama berjam-jam. Pesawat layang tetap berada di ketinggian karena daya dorong udara di sepanjang bagian depan silinder awan yang luas, terkadang melaju dengan kecepatan lebih dari 100km/jam.

Beberapa terbang begitu dekat sehingga mereka mencelupkan ujung sayapnya ke awan, seperti seorang peselancar yang mengulurkan tangan untuk menyentuh ombak dengan lembut.”Anda merasa sangat kecil,” kata Russell, “dan Anda merasakan keagungan alam yang sebenarnya.”Glider seperti Russell tahu betapa beruntungnya mereka. Keterpencilan wilayah Burketown, dan kompleksitas peralatan yang dibutuhkan, membuat jumlah orang yang “berselancar” di Morning Glory jauh lebih sedikit, daripada mereka yang telah berdiri di puncak Gunung Everest.”Seeksklusif apapun klub mereka, para glider tidak perlu mengatakan apa pun kepada penduduk setempat seperti walikota Ernie Camp.

“Mereka tidak perlu memberi tahu kami seberapa bagusnya pemandangan dari sana,” kata Camp. “Karena, mereka terus saja kembali ke sini.”

Versi bahasa Inggris dari artikel ini,Where people ‘surf’ tubular clouds bisa Anda baca di laman BBC Travel.

Sharing is caring!

Leave a Reply